Ketika Uang Diam Saja Terasa Rugi: Saatnya Aset di Jogja Bekerja untuk Anda

Ada satu pertanyaan sederhana yang sering muncul ketika seseorang memasuki usia 40-an: “Sudahkah uang saya bekerja, atau saya yang masih terus bekerja untuk uang?”

Di Yogyakarta, pertanyaan itu kini punya jawaban yang cukup konkret. Bukan dalam bentuk janji kosong, melainkan aset nyata yang berdiri di atas tanah, beroperasi setiap hari, dan menghasilkan pemasukan yang bisa dilihat laporannya setiap bulan.

Yogyakarta: Lebih dari Sekadar Kota Wisata

Sebagian besar orang mengenal Jogja sebagai kota budaya, pusat pendidikan, atau destinasi liburan. Namun bagi sebagian investor yang lebih jeli, Yogyakarta adalah sesuatu yang berbeda: wilayah dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, kebutuhan pangan yang terus meningkat, dan lahan-lahan produktif yang belum banyak disentuh.

Di sinilah Pring Land memulai semuanya. Bukan di kota besar yang sudah padat, melainkan di Turi — kawasan lereng Merapi yang subur dengan udara bersih dan tanah yang kaya — dan di Patuk, perbukitan tenang yang kini semakin dikenal sejak berdirinya Heha Sky View.

Dua lokasi ini bukan dipilih secara kebetulan. Keduanya memiliki kondisi alam yang mendukung peternakan unggas berkualitas, sekaligus nilai strategis yang terus meningkat seiring berkembangnya wisata dan infrastruktur di sekitarnya.

Apa yang Dimaksud dengan “Aset Produktif”?

Berbeda dengan tanah kavling biasa yang nilainya bergantung pada waktu dan spekulasi pasar, aset produktif adalah aset yang menghasilkan pendapatan secara aktif — bahkan ketika Anda sedang tidak melakukan apa-apa.

Villa peternakan ayam dan bebek petelur di Jogja yang dikelola Pring Land bekerja dengan prinsip ini. Setiap unit berisi 150 ekor ayam petelur, dibangun di atas lahan 33 m² dengan luas bangunan 24 m². Operasional dijalankan sepenuhnya oleh tim manajemen yang berpengalaman. Anda sebagai pemilik unit cukup memantau perkembangan lewat laporan berkala dan rekaman CCTV yang bisa diakses kapan saja.

Hasilnya dibagi dengan skema yang jelas: 70% untuk investor, 30% untuk manajemen. Tidak ada biaya tersembunyi, tidak ada kalkulasi yang rumit.

Empat Proyek, Satu Ekosistem yang Sudah Terbukti

Pring Land saat ini mengoperasikan empat proyek aktif di Yogyakarta:

Jogja I — Turi
Berlokasi di kawasan lereng Merapi yang terkenal dengan kebun salak-nya, proyek ini menghadirkan kombinasi ayam petelur (51 unit) dan bebek petelur (36 unit). Lingkungan yang sejuk dan jauh dari kebisingan kota menjadikan lokasi ini ideal untuk peternakan unggas berkualitas.

Jogja III — Patuk
Dengan total 169 unit — terbanyak di antara semua proyek Pring Land di Jogja — kawasan Patuk menawarkan posisi strategis yang dekat dengan objek wisata Heha Sky View. Kombinasi ayam petelur dan bebek petelur beroperasi di tengah lingkungan perbukitan yang asri.

Selain dua proyek di Yogyakarta, Pring Land juga hadir di Bogor dengan kapasitas lebih besar: 296 unit ayam petelur, 136 unit bebek petelur, dan 119 unit ayam pedaging — bagi Anda yang ingin mendiversifikasi kepemilikan aset di beberapa lokasi sekaligus.

Lebih dari 87 investor telah bergabung dan merasakan manfaatnya. Setiap bulan, laporan profit dikirimkan secara rutin. Setiap unit yang beroperasi adalah bukti bahwa sistem ini berjalan sebagaimana mestinya.

Detail yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Memutuskan

Transparansi adalah hal yang wajar Anda tuntut dari setiap investasi. Berikut adalah informasi teknis yang perlu Anda pertimbangkan:

Harga mulai: Rp99 juta per unit
Uang muka: Rp5 juta
Estimasi bagi hasil: sekitar Rp1.400.000 per bulan
Skema bagi hasil: 70% investor — 30% manajemen
Garansi rental: Rp600.000 per bulan selama masa pembangunan (12 bulan, mulai bulan ke-4 setelah akad)
Sertifikat: SHM (Sertifikat Hak Milik) atas nama Anda, bebas biaya akad
Jaminan: Buyback guarantee
Pemantauan: CCTV aktif dan laporan profit berkala

Kehadiran SHM menjadikan ini bukan sekadar perjanjian kerja sama biasa. Anda benar-benar memiliki aset yang tercatat secara hukum — sesuatu yang kelak bisa diwariskan, dijual, atau dijadikan jaminan.

Mengapa Usia 40-an adalah Waktu yang Tepat?

Di usia ini, kebanyakan orang sudah memiliki penghasilan yang lebih stabil dibanding dekade sebelumnya. Namun sekaligus, rentang waktu untuk membangun aset pensiunan semakin perlu diperhitungkan dengan matang.

Aset peternakan produktif seperti ini cocok untuk mereka yang ingin penghasilan pasif tanpa harus terjun langsung ke dunia peternakan. Tidak perlu keahlian teknis. Tidak perlu datang setiap hari. Yang dibutuhkan hanyalah keputusan yang tepat di waktu yang juga tepat.

Dalam konteks perencanaan keuangan jangka panjang, memiliki aset yang menghasilkan pendapatan rutin — sambil nilainya berpotensi tumbuh — adalah salah satu cara yang relatif terukur untuk menjaga daya beli di masa mendatang.

Bukan Sekadar Peternakan. Ini Tentang Apa yang Anda Tinggalkan

Ada yang bilang, investasi terbaik adalah yang masih bekerja bahkan ketika Anda sudah pensiun. Di Pring Land, kami percaya lebih jauh dari itu: investasi terbaik adalah yang juga bisa Anda wariskan.

Sebuah unit peternakan atas nama Anda, dengan SHM yang sah, di tanah Yogyakarta yang terus berkembang — bukan hanya menghasilkan uang hari ini, tapi juga menjadi sesuatu yang bermakna untuk generasi berikutnya.

Lebih dari delapan puluh investor telah memulai perjalanan itu. Ceritanya dimulai dengan satu keputusan sederhana.

Pelajari Detail Unit & Harga →

Atau kunjungi langsung: agroinvest.id untuk konsultasi dan informasi ketersediaan unit.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top