Bagi hasil 70% setiap bulan dari kandang yang dikelola profesional begini cara ratusan investor di Yogyakarta membangun arus kas pasif dari sektor peternakan produktif.
Memasuki usia empat puluhan, banyak dari kita mulai berpikir lebih serius tentang masa depan finansial. Tabungan yang didiamkan di bank nilainya tergerus inflasi. Deposito memberikan imbal hasil yang kian tipis. Saham dan reksa dana kerap terasa kurang dapat diprediksi, apalagi bagi mereka yang tidak punya waktu memantau pasar setiap hari.
Di sinilah investasi berbasis aset riil — khususnya di sektor peternakan produktif — mulai mendapat perhatian lebih serius. Bukan karena tren semata, melainkan karena logikanya sederhana: telur adalah kebutuhan dasar yang dikonsumsi setiap hari, permintaannya stabil sepanjang tahun, dan siklus produksinya tergolong cepat dibandingkan komoditas pertanian lainnya.
Yogyakarta, sebagai salah satu wilayah dengan pertumbuhan ekonomi lokal yang konsisten dan didukung tradisi agraris yang kuat, menjadi lokasi yang tepat untuk jenis investasi ini. Melalui model kemitraan yang ditawarkan oleh Pring Land — yang beroperasi di bawah platform agroinvest.id — siapa pun kini bisa memiliki unit kandang ayam petelur produktif tanpa perlu turun langsung ke lapangan.
Mengapa Ayam Petelur? Memahami Logika di Balik Pilihan Ini
Sebelum berbicara soal angka, ada baiknya kita memahami mengapa ayam petelur — bukan komoditas lain — menjadi pilihan yang menarik sebagai instrumen investasi jangka menengah.
Permintaan telur di Indonesia secara nasional terus tumbuh seiring peningkatan kesadaran gizi masyarakat. Telur bukan sekadar lauk — ia adalah sumber protein hewani yang paling terjangkau dan mudah diakses oleh berbagai lapisan masyarakat. Dalam kondisi ekonomi apapun, konsumsi telur hampir tidak pernah turun signifikan. Ini yang membuat komoditas ini memiliki karakteristik defensif yang jarang dimiliki instrumen investasi lain.
Dari sisi produksi, ayam petelur mulai berproduksi pada usia sekitar 18 minggu dan dapat menghasilkan telur secara konsisten hingga 18 bulan ke depan. Artinya, siklus pendapatan bersifat berkelanjutan — bukan sekali panen lalu habis, melainkan mengalir setiap bulan selama masa produktif berlangsung.

Model Investasi yang Transparan: Bagi Hasil 70/30
Salah satu hal yang membuat model investasi Pring Land berbeda dari penawaran sejenis adalah kejernihan struktur bagi hasilnya. Tidak ada formula yang rumit atau biaya tersembunyi yang baru muncul setelah akad. Sejak awal, pembagiannya sudah jelas: 70 persen dari hasil produksi untuk investor, 30 persen untuk manajemen yang menjalankan operasional harian.
Porsi 70 persen untuk investor bukanlah angka kecil. Ini mencerminkan filosofi bahwa modal yang Anda investasikan layak mendapat imbalan yang proporsional, sementara tim profesional di lapangan mendapat apresiasi yang adil atas kerja kerasnya.
Yang perlu dipahami adalah: investor tidak perlu memikirkan soal pakan, vaksinasi, pengelolaan limbah, pemasaran telur, atau hal-hal teknis lainnya. Seluruh operasional ditangani oleh tim manajemen yang berpengalaman. Peran investor hanya satu: menempatkan modal, lalu menerima laporan dan hasil bagi secara berkala.
“Investasi yang baik adalah yang Anda pahami cara kerjanya — bukan yang terlihat canggih di atas kertas namun gelap dalam praktiknya. Di sini, setiap aspek bisa Anda pantau langsung melalui CCTV dan laporan profit yang dikirim secara rutin.”
Simulasi Penghasilan: Berapa yang Bisa Anda Terima Tiap Bulan?
Mari kita bicara angka konkret. Berikut adalah gambaran simulasi investasi untuk proyek Jogja III yang berlokasi di Patuk, berdasarkan informasi resmi dari tim Pring Land:
| Komponen | Detail |
|---|---|
| Harga investasi per unit | Rp 100.000.000 |
| Down payment (DP) | Rp 10.000.000 |
| Kapasitas per unit | 150 ekor ayam petelur |
| Luas lahan & bangunan | 33 m² lahan / 24 m² bangunan |
| Estimasi bagi hasil per bulan | Rp 1.575.000 (porsi 70% investor) |
| Rental garansi (masa pembangunan) | Rp 400.000/bulan selama 12 bulan |
| Garansi buyback | Tersedia |
| Sertifikat kepemilikan | SHM (tanpa biaya akad) |
Perlu dicatat bahwa angka estimasi bagi hasil di atas adalah proyeksi berdasarkan kondisi normal operasional. Besaran aktual dapat bervariasi tergantung harga pasar telur, tingkat produksi, dan faktor operasional lainnya. Namun demikian, keberadaan rental garansi selama masa pembangunan memberikan kepastian arus kas di tahap awal kepemilikan — sebuah lapisan perlindungan yang penting bagi investor konservatif.
Ingin hitung simulasi sesuai kemampuan modal Anda? Konsultasi langsung dengan tim kami untuk mendapatkan proyeksi yang lebih detail.
Mengenal Proyek Jogja III di Patuk: Lokasi yang Bicara Sendiri
Lokasi bukan sekadar koordinat di peta. Dalam investasi berbasis aset fisik, lokasi adalah salah satu faktor penentu nilai jangka panjang sebuah properti atau unit usaha.

Patuk bukan nama yang asing bagi warga Yogyakarta. Kawasan ini dikenal karena aksesibilitasnya yang meningkat pesat seiring berkembangnya destinasi wisata seperti Heha Sky View yang kini menjadi salah satu titik kunjungan favorit di DIY. Pertumbuhan pariwisata di sekitar kawasan ini secara tidak langsung berdampak positif pada nilai aset dan permintaan produk pangan lokal — termasuk telur.
Dari sisi lingkungan, perbukitan Patuk menawarkan udara yang bersih, jauh dari polusi industri, dengan suhu yang kondusif untuk peternakan unggas. Ini bukan sekadar faktor estetika — kualitas lingkungan secara langsung berpengaruh pada kesehatan ayam dan produktivitas telur.
Transparansi yang Bisa Anda Pegang: CCTV dan Laporan Rutin
Salah satu kekhawatiran terbesar investor — terutama mereka yang belum pernah berinvestasi di sektor peternakan — adalah soal keterbukaan informasi. Bagaimana saya tahu kandang itu benar-benar beroperasi? Bagaimana saya memantau kondisi ternak dan angka produksi?
Pring Land menjawab kekhawatiran ini dengan dua mekanisme yang konkret. Pertama, setiap kandang dilengkapi dengan CCTV yang dapat diakses oleh investor. Anda bisa melihat kondisi kandang secara real-time tanpa harus datang langsung ke Patuk. Kedua, laporan profit dikirimkan secara rutin, memberikan gambaran yang jelas tentang performa operasional dan besaran bagi hasil yang akan diterima.
Dalam dunia investasi, transparansi bukan kemewahan — ia adalah keharusan. Dan ini adalah salah satu aspek yang menjadi komitmen tim manajemen sejak hari pertama beroperasi.
Kepemilikan yang Sah: Sertifikat SHM Tanpa Biaya Tambahan
Bagi investor yang sudah berpengalaman di sektor properti, istilah SHM atau Sertifikat Hak Milik bukan hal asing. Ini adalah bukti kepemilikan tertinggi yang diakui hukum di Indonesia — berbeda dari sertifikat hak guna bangunan atau surat kepemilikan lainnya yang memiliki batas waktu atau batasan tertentu.
Setiap unit di proyek Jogja III datang dengan jaminan sertifikat SHM atas nama investor, dan yang lebih penting lagi: tidak ada biaya akad yang harus Anda tanggung. Biaya ini ditanggung sepenuhnya, sehingga angka yang tercantum dalam penawaran adalah angka yang sesungguhnya Anda bayarkan — tanpa ada pos pengeluaran tambahan yang mengejutkan.
Kepemilikan berbasis SHM ini memberikan dimensi lain yang berharga: aset Anda bukan sekadar selembar kontrak kemitraan, melainkan properti nyata yang bisa diwariskan, dijual kembali, atau dijadikan agunan jika suatu saat dibutuhkan.
Ekosistem Pring Land di Yogyakarta: Empat Proyek, Satu Misi
Yogyakarta adalah tempat Pring Land pertama kali membuktikan model bisnisnya. Empat proyek yang tersebar di dua lokasi utama — Turi di lereng Merapi dan Patuk di perbukitan Gunungkidul — membentuk ekosistem peternakan yang terdiversifikasi.
Diversifikasi di sini bukan sekadar slogan. Portofolio ternak yang mencakup ayam petelur dan bebek petelur memberikan ketangguhan operasional yang lebih baik terhadap fluktuasi pasar. Ketika salah satu komoditas mengalami tekanan harga, komoditas lain bisa menjadi penyeimbang. Bagi investor, ini berarti risiko yang lebih terkelola dibandingkan menempatkan seluruh modal pada satu jenis ternak saja.
Lebih dari 87 investor yang sudah bergabung adalah bukti nyata bahwa model ini bekerja. Setiap panen yang berhasil, setiap laporan bagi hasil yang terkirim tepat waktu, adalah janji yang ditepati — dan reputasi yang dibangun perlahan namun kokoh.
Untuk Siapa Investasi Ini Cocok?
Tidak ada instrumen investasi yang cocok untuk semua orang. Oleh karena itu, penting untuk jujur tentang profil investor yang akan mendapat manfaat paling besar dari model ini.
Investasi ini paling relevan bagi mereka yang sudah memiliki penghasilan utama yang stabil dan kini mencari sumber pendapatan pasif tambahan yang dapat mengalir setiap bulan. Cocok juga bagi mereka yang ingin mulai mendiversifikasi portofolio dari instrumen berbasis kertas (deposito, obligasi, reksa dana) ke aset fisik yang nyata dan dapat dilihat secara langsung.
Dari sisi modal, titik masuk di angka Rp 100 juta dengan DP Rp 10 juta menjadikannya terjangkau bagi kelas menengah yang sudah mapan, tanpa mengharuskan penempatan modal dalam jumlah sangat besar sekaligus. Dan bagi mereka yang memikirkan warisan keluarga — memiliki aset peternakan produktif dengan sertifikat SHM adalah fondasi yang memiliki nilai lebih dari sekadar nominal rupiah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah saya perlu datang ke Jogja untuk mengelola investasi ini?
Tidak perlu. Seluruh operasional dikelola oleh tim manajemen Pring Land. Anda cukup memantau melalui CCTV yang bisa diakses dari mana saja, serta menerima laporan profit secara rutin. Investasi ini dirancang agar investor dapat menikmati hasilnya tanpa keterlibatan operasional harian.
Apa yang dimaksud dengan garansi buyback?
Garansi buyback berarti pihak manajemen memberikan jaminan untuk membeli kembali unit Anda apabila investor memutuskan untuk keluar dari investasi. Ini memberikan jalur exit yang jelas, berbeda dari banyak instrumen investasi lain yang tidak memiliki mekanisme likuidasi yang terstruktur.
Apa itu rental garansi selama masa pembangunan?
Dalam masa pembangunan kandang — yang dimulai di bulan keempat setelah akad — investor sudah menerima pembayaran sebesar Rp 400.000 per bulan selama 12 bulan. Ini memastikan arus kas tetap berjalan bahkan sebelum kandang sepenuhnya produktif.
Apakah ada biaya-biaya lain yang perlu diperhitungkan?
Biaya akad ditanggung oleh pihak Pring Land. Sertifikat SHM diberikan tanpa biaya tambahan. Untuk detail lebih lanjut mengenai struktur biaya, sebaiknya konsultasikan langsung dengan tim untuk mendapatkan penjelasan yang transparan dan menyeluruh sesuai kondisi Anda.
Berapa unit yang masih tersedia di Jogja III?
Total proyek Jogja III di Patuk memiliki 169 unit. Untuk mengetahui ketersediaan unit saat ini, silakan hubungi tim langsung — unit yang tersedia dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti permintaan investor.
Langkah Selanjutnya: Dari Membaca ke Memiliki
Informasi sebanyak apapun tidak akan mengubah kondisi finansial Anda jika tidak diikuti dengan langkah nyata. Yang terpenting bukan seberapa cepat Anda memutuskan, melainkan seberapa matang Anda mempertimbangkan.
Langkah pertama yang disarankan adalah berkonsultasi dengan tim Pring Land untuk mendapatkan gambaran menyeluruh yang disesuaikan dengan kondisi keuangan Anda. Tanyakan tentang proyeksi yang lebih detail, kondisi unit yang tersedia, serta proses akad dan kepemilikan yang akan Anda jalani.
Tidak ada tekanan untuk segera mengambil keputusan. Namun perlu diketahui bahwa dari 169 unit yang tersedia di proyek Jogja III, sebagian sudah terisi. Ketersediaan unit yang terbatas adalah realitas yang wajar untuk dipertimbangkan dalam kalkulasi Anda.
Siap memulai? Bicara langsung dengan tim kami.
Gratis, tanpa kewajiban. Dapatkan simulasi bagi hasil yang disesuaikan dengan kondisi Anda.
Konsultasi via WhatsApp | Kunjungi Agroinvest.id
Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan merupakan gambaran umum mengenai model investasi peternakan. Angka estimasi bagi hasil adalah proyeksi berdasarkan kondisi operasional normal dan bukan merupakan jaminan hasil. Setiap keputusan investasi sebaiknya diambil setelah konsultasi langsung dengan tim dan mempertimbangkan kondisi finansial pribadi masing-masing.


