Bisnis Tanpa Ribet: Ketika Peternakan Modern Bekerja untuk Anda

Ada pertanyaan sederhana yang sering muncul di benak banyak orang memasuki usia 40-an ke atas: “Bagaimana caranya uang tetap masuk, bahkan saat saya tidak aktif bekerja?”

Jawabannya bukan sekadar soal menabung atau deposito. Di era seperti sekarang, aset produktif adalah kuncinya — sesuatu yang menghasilkan secara konsisten, bernilai nyata, dan tidak memerlukan kehadiran Anda setiap hari untuk membuatnya berjalan.

Salah satu pilihan yang kini semakin diminati adalah kepemilikan unit peternakan modern dengan sistem bagi hasil — dan Pring Land adalah salah satu ekosistem yang sudah membuktikannya secara nyata di lapangan.


Mengapa Peternakan? Bukan Karena Tren, Tapi Karena Logika

Sektor pangan adalah sektor yang tidak pernah sepi. Permintaan telur, daging ayam, dan susu kambing terus tumbuh seiring bertambahnya populasi. Tidak seperti bisnis yang bergantung pada tren atau musim, kebutuhan pangan bersifat mendasar dan berkelanjutan.

Namun tentu saja, membangun peternakan dari nol bukan hal yang mudah. Dibutuhkan lahan, kandang, tenaga ahli, manajemen pakan, hingga jaringan distribusi. Tidak semua orang memiliki waktu, keahlian, atau energi untuk mengelola itu semua — terutama bagi mereka yang sudah memiliki kesibukan profesional atau keluarga yang harus diperhatikan.

Di sinilah model kepemilikan peternakan berbasis manajemen profesional menjadi solusi yang masuk akal.


Pring Land: Ekosistem Peternakan yang Sudah Berjalan, Bukan Sekadar Rencana

Pring Land memulai perjalanannya di Yogyakarta — wilayah yang dikenal dengan iklim stabil, lingkungan hijau, dan masyarakat pertanian yang kuat. Hari ini, mereka mengoperasikan empat proyek aktif yang tersebar di dua lokasi strategis: Turi dan Patuk di Gunungkidul, serta ekspansi ke Bogor, Jawa Barat.

Yang membedakan Pring Land bukan hanya diversifikasi ternaknya — mulai dari ayam petelur, bebek petelur, hingga ayam pedaging — tetapi cara mereka membangun sistem yang memungkinkan siapa pun menjadi pemilik aset peternakan tanpa harus turun langsung ke kandang.

Lebih dari 87 investor telah bergabung dan merasakan hasilnya secara langsung. Bukan janji di atas kertas, melainkan laporan yang datang setiap bulan disertai pemantauan melalui CCTV yang bisa diakses kapan saja.


Empat Lokasi, Satu Ekosistem yang Terintegrasi

Jogja I — Turi, Lereng Merapi

Berlokasi di kawasan salak Turi yang sejuk dan subur, proyek ini menghadirkan unit ayam petelur (51 unit) dan bebek petelur (36 unit). Lingkungannya asri, jauh dari kebisingan kota, dan kondusif untuk produktivitas ternak sepanjang tahun.

Jogja III — Patuk, Gunungkidul

Dengan total 169 unit — terbanyak di antara semua proyek Pring Land — lokasi ini berada tidak jauh dari kawasan wisata Heha Sky View yang ramai dikunjungi. Kombinasi antara potensi agrowisata dan produktivitas ternak menjadikannya pilihan yang menarik dari sisi nilai aset jangka panjang.

Bogor — Karyasari

Ekspansi ke Jawa Barat membawa kapasitas yang jauh lebih besar: 296 unit ayam petelur, 136 unit bebek petelur, dan 119 unit ayam pedaging. Lokasi di Jl. Raya Prasasti, Karyasari, mendukung distribusi yang lebih luas ke pasar Jabodetabek.


Bagaimana Sistem Kepemilikannya Bekerja?

Setiap unit peternakan memiliki luas tanah 33 m² dengan bangunan kandang seluas 24 m², berkapasitas 150 ekor ayam petelur. Investor membeli unit tersebut dan menjadi pemilik sah dengan bukti kepemilikan berupa sertifikat Hak Milik (SHM) — yang disertakan tanpa biaya akad tambahan.

Pengelolaan sepenuhnya dilakukan oleh tim manajemen Pring Land, mulai dari pemeliharaan ternak, manajemen pakan, hingga pemasaran hasil panen. Investor cukup memantau melalui laporan rutin dan CCTV yang bisa diakses secara real-time.

Hasil usaha dibagi dengan skema 70% untuk investor, 30% untuk manajemen — proporsi yang mencerminkan kepercayaan pengelola terhadap produktivitas sistem mereka sendiri.

Sebagai jaminan keamanan investasi, tersedia fasilitas buyback guarantee — komitmen dari Pring Land untuk membeli kembali unit milik investor apabila suatu saat investor membutuhkan likuiditas.


Angka yang Perlu Anda Ketahui

Harga kepemilikan unit dimulai dari Rp99 juta, dengan uang muka awal sebesar Rp5 juta — cukup untuk memulai proses akad dan reservasi unit pilihan Anda.

Estimasi pendapatan bagi hasil yang diterima investor berada di kisaran Rp1.400.000 per bulan per unit, berdasarkan proyeksi produktivitas ternak yang sedang berjalan.

Selama masa pembangunan kandang (sebelum unit beroperasi penuh), investor mendapatkan rental guarantee sebesar Rp600.000 per bulan yang mulai berjalan sejak bulan keempat setelah akad, dan berlangsung selama 12 bulan.

Ini berarti bahkan sebelum peternakan beroperasi secara penuh, ada penghasilan yang sudah mengalir ke rekening Anda.


Untuk Siapa Ini Cocok?

Jika Anda berada di fase kehidupan di mana Anda mulai memikirkan bagaimana membangun penghasilan pasif yang nyata — bukan spekulasi — kepemilikan unit peternakan seperti ini bisa menjadi bagian dari strategi portofolio Anda.

Ini bukan produk untuk mereka yang mengejar keuntungan instan dalam waktu singkat. Ini adalah aset yang bekerja secara bertahap, tumbuh secara konsisten, dan memiliki nilai fisik yang bisa diwariskan kepada generasi berikutnya.

Bagi yang sudah memiliki pengalaman berinvestasi di properti konvensional, peternakan berbasis SHM menawarkan dimensi baru: aset yang tidak hanya diam menunggu kenaikan harga, tetapi aktif menghasilkan setiap bulan.


Langkah Selanjutnya: Pelajari Lebih Dalam Sebelum Memutuskan

Keputusan investasi yang baik selalu didasari oleh informasi yang cukup. Jangan terburu-buru, tapi juga jangan menunda terlalu lama — unit yang tersedia terbatas, dan beberapa lokasi sudah dalam tahap pengisian.

Pelajari detail lengkap proyek, lokasi, skema bagi hasil, dan prosedur kepemilikan melalui halaman resmi Pring Land di bawah ini:

→ Lihat Detail Unit Peternakan Pring Land di Yogyakarta & Bogor

Tim Pring Land siap membantu menjawab pertanyaan Anda secara langsung — tanpa tekanan, tanpa basa-basi berlebihan. Karena investasi yang baik dimulai dari percakapan yang jujur.


Yogyakarta adalah tempat semuanya bermula. Di sinilah Pring Land pertama kali membuktikan bahwa siapa pun bisa memiliki aset peternakan produktif tanpa harus menjadi peternak. Dan perjalanan itu masih terbuka untuk Anda.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top